Pedophile: Orang-orang yang terkucilkan

Kemarin malam aku sempat ngeliat acara TV yg ngebahas tentang pedophile, lebih tepatnya lagi acara ini adalah acara diskusi antara orang yang pedo dan orang yang bukan pedo. Nah dari sini aku melihat keterbukaan orang Belanda, karena mereka mau mengaku kalo mereka itu pedo. Adalah suatu kejujuran yang menurutku harus di acungkan jempol. Seorang cowo pedo bilang:
“Saya memang seorang pedophile, tapi saya punya anak dan saya tidak memegang alat vitalnya sewaktu mereka mandi.”
Seorang ibu yang sama sekali kontra bilang:
“Jikalau di lokasi saya ada yang pedo, saya akan lebih berhati-hati, saya akan panggil polisi. Saya tidak akan membiarkan anak-anak saya bermain sembarangan di luar. Otomatis saya juga akan kuatir sekali, takut anak saya di apa-apain sama si pedo.”
Seorang penengah bilang:
“Tapi jika ada seorang pedo di lokasi rumah ibu dan dia barusan keluar dari penjara seperti bapak A (orang pertama yg disebut, si pedo itu), apakah ibu juga tidak bisa menerimanya? Apakah ibu juga masih kontra?”
Si ibu jawab:
“Pedophilia tidak akan sembuh hanya karena orang itu di penjara. Pedophilia itu napsu! Jadi, mau berapa lamapun dia di penjara, bukan berarti waktu keluar dari penjara dia akan sembuh!”

Gimana menurut kalian? Aku sendiri nggak bisa bilang kalo aku pro si pedophile itu. Pendapatku akan sama seperti pendapat ibu itu, aku bakal nggak tenang kalau aku punya anak dan tahu kalo di lokasi rumahku ada yang pedophile. Orang yang pedophile itu nggak bisa kita samakan dengan orang yang gay. Dan menurutku, seorang pedophile akan bisa diterima di kalangan sekitarnya kalau:

  • Ia bisa membuktikan dalam jangka waktu yang paling sedikit 1 tahun, kalo dia itu bisa jaga diri
  • Kalau dia menjauhi anak kecil semaksimal mungkin. Walaupun tantangan hidupnya berat sekali, karena minimal orang-orang bakal berpikiran negatif jika mereka melihat si pedo ini bermain-main dengan anak kecil. Padahal, siapa tahu ia tidak mengganggu mereka.

Dan, kenapa aku bilang kejujuran mereka patut diacungkan jempol? Karena:

  • Dengan begitu, mereka sanggup menerima ejekan orang-orang sekitarnya. Walaupun ada orang yang kontra dengan gays, para gays disini masih bisa diterima sama orang sekitar, tapi tidak orang-orang yang pedo. Tantangan mereka jauh lebih besar.
  • Dengan begitu, mereka sanggup memikul beban kalau mereka akan dikucilkan seumur hidup.
  • Dengan begitu, mereka juga nunjukin kita bahwa mereka tidak munafik. Coba di Indo, atau dimana-mana deh, ada nggak orang yang secara lantang bilang: “WOYY! GUE PEDOPHILE!!”; Ada?!? Kalaupun ada, palingan cuman satu atau dua orang.

Sayangnya, diskusi tentang pedophilia ini habis ditengah-tengah, seperti cerita yang ngegantung. Berbahagialah orang-orang yang normal, yang nggak pedo, tapi gimana nasib si pedo? Yang merasa dikucilkan, di diskriminasi? Adakah obatnya? Seperti cowo banci yang alat vitalnya tidak mau berdiri ketika melihat gadis cantik tapi ia segera horny ketika seorang pria melintas di depannya.

6 Comments

  • Tricky question. Atas nama kesetaraan dan hak hidup, gak pantas kita mengalienasi seseorang karena orientasi seksual, ataupun masa lalunya.

    Tapi cha, kalau kita berbicara masalah ekses, aku rasa juga tidak bisa disalahkan jika orang takut akan terulang atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi yaa, paragraf pertama tadi juga gak bisa disalahkan kalau ada pengecualian.

    Obat? Hmm, aku rasa (dan aku yakin) pasti ada. Kalau memang ada kemauan, pasti ada caranya. Re-orientasi seksual itu bukan hal yang mustahil, asal memang mau =)

  • Disorientasi sexual itu sudah lumrah sekarang. But please carilah yg seumur jgn anak-anak, krn sudah pasti anak2 itu akan rusak masa depannya.
    **Kalo mau berusaha, pasti bisa berubah..

  • Halo, salam blogger!

    Menurut saya, itu masalah dalam pribadi seseorang dalam menangani nafsu dan orientasi seksualnya. Memang masa lalu atau pengalaman mempengaruhi pola berpikir seseorang, namun sama halnya dengan para pencuri dan juga kita semua tahu bahwa mencuri adalah salah.. namun bedanya adalah.. pencuri memilih untuk mencuri, sedangkan kita tidak atau belum.. **who knows?

    Jadi.. orientasi seksual pun, adalah pilihan. Sama seperti rokok dan hal lainnya.
    Lalu ada yang bilang: “itu hak asasi manusia”

    Well.. itu semua bisa ‘diputihkan’ selama orang tersebut tidak memiliki tembok susila atau agama.. (sorry to say..)
    Tapi bener kata temen2 diatas, semua ada solusinya, asal mau memilih untuk tidak jadi ‘pedophile’ dan berusaha keluar…

    keep on writing…! ;)

  • Untung gue bukan Dokter atau Psikiater, kalo dpt pasien sang pedophile bakalan repot. Paling kalo gue jadi Dokter, sang pedhophile gue periksa sedikit dng lampu senter bagian mata, terus tenggorokan, terus check suhu badannya (layaknya spt pasien lg sakit meriang). Kalo dia maksa minta obat supaya cepet sembuh, sudah pasti gue kasih recept penisilin salep dan broklak obat pencuci perut agar betah dirumah.

    Pedophile menurut opini saya “sbg orang awam”, betul itu disorientasi seksual. Mungkin krn pernah mengalaminya waktu masih di usia anak2, kemudian di level usia tertentu ada keinginan untuk mencoba menjadi pelaku, mungkin krn rasa ingin tahu atau dendam diluar kesadarannya. Karena seringnya melakukan itu dan tidak pernah ke “gep”, jadilah Bad Habit !!
    Finally di kepalanya cuma berfikir untuk “anu” dan terus mencari inovasi baru untuk mengelabui korbannya.

    Ketidak percayaan diri karna “sebab” bisa juga menjadikan seseorang berorientasi ke arah pedophile, atau faktor kelurga serta lingkungan ?? Wadohhhhh, walahh sutralahh kelamaan ngebahas pedophile nanti malah pengen nyoba hehehe !!

    Intinya belom ada obat yg spesifik untuk menyembuhkan pedophile, atau ke psikiater ?? salah satunya Yg bisa menyembuhkan hanya diri sendiri, tentu dng perbanyak ibadah menurut agamanya dan mendekatkan diri ke Tuhannya masing2. Agar isi di otaknya lebih jernih, selalu fokus pada Tuhan. Dng begitu keinginan untuk “anu” jadi berkurang dan mungkin hilang sama sekali.

    -orang awam-

  • Menurut saya pribadi, untuk menyembuhkan pedophile bisa dengan melakukan hal-hal yang sangat jauh dari pedophile, seperti yang telah disebutkan oleh mas D**A, yaitu ibadah, sehingga si pedophile bisa benar-benar terbiasa untuk tidak melakukan tindakan apapun yang mengarah ke pedophile, bisa karena biasa.

  • emangnya pedo itu kategory sakit?
    bagaimana kalau dikategorikan kejahatan kelamin ajah
    biar gampang dibasmi. death sentence bila perlu..
    keyakinan saya mengatakan mereka (pedo) itu tidak dipaksa dan masih punya kemerdekaan menahan konax dan sadar dalam melakukan kejahatan tersebut..
    death sentence terhitung ringan menurutku qqwqwqwq

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *