Archive for October, 2008
-image-Jaman jadul sampe sekarang ini
Masih ingat jaman-jamannya masih awam di dunia blog? Bagiku itu tahun 2002 bulan September tepatnya (tanggalnya nggak usah ya, daku lupa), masa-masaku masih pakai blogger, masa-masaku ngeblog semaunya, sehari nggak posting rasanya janggal. Nah, jaman-jaman itu juga adalah jamannya seorang weblogger membuat atau memodifikasi layout blognya. Tahun 2003 setelah aku punya hostingan sendiri dan setelah dikenalkan ke dunia PMachine sama Aban, aku ganti tool ke blog engine itu, dikarenakan juga aku dapat zip file nya PMachine Pro (sekarang namanya bukan PMachine lagi, foundernya berhenti memasarkan PMachine, mereka ganti jadi Expression Engine — yang ngeblog dari tahun segitu harusnya kenal sama blog engine ini, yang ribetnya setengah mampus –).
Jaman-jamannya aku makai PMachine (singkat aja deh jadi PM ya) ini, yang namanya plug-ins itu manual sekali. Maksudnya? (more…)
-image-Yes…you’re mysterious..really ;)
“Hallo!”
“Hallo, echa! Pa kabar nih?”
“Baikkk…kamu sendiri gmana?”
“Baik donk. Gimana nih? Udah kerja apa masih kul?”
“Study sih masih, cuman lagi sambil nyari-nyari kerjaan nih.”
“Udah punya co lom sekarang? Apa rencana kedepan loe nich?”
-image-Diskusi bulan puasa
Mereka, orang-orang Belanda teman sekelasku sedang berdiskusi tentang bulan puasa.
“Aneh ya orang Islam, puasa nggak makan dan nggak minum seharian, selama 30 hari pula!”
Yang lain menambahi,”temenku orang Marokko tapi dia makan daging babi”
“Kata temenku, kalo orang Islam nggak tau kalo dia makan daging babi, itu namanya nggak sengaja. Tapi kalo dia tau itu daging babi tapi tetap memakannya, itu baru namanya dosa” kata si J.
Aku biasanya hanya mendengarkan percakapan mereka. Sekilas ada di benakku untuk menguji sejauh mana mereka mengenal agama mereka masing-masing, tentang Kristen dan Katolik.
Aku nyelip bilang,”orang Kristen kan sbenernya ada hari puasa juga”
Yang lain menatapku, sekilas aku liat keraguan di mata mereka tapi mereka bilang,”nggak tuh”
“Pernah baca buku Alkitab, kamu?”
“Pernah dong!”
“Kalo gitu, bisa jelasin ke aku berapa lama umat Kristen puasa?”
Mereka hanya clingak-clinguk nggak tau jawabannya.
“Ehm…Jesus berpuasa selama 40 hari lamanya dan dicobai oleh iblis untuk mengubah batu jadi roti” kataku.
“Dan coba tebak, pantangan apa aja yang harus dipilih umat Katolik jika mereka sedang berpuasa?” tanyaku lagi.
Tiba-tiba mereka diam, nggak lagi mengejek umat Islam.
Kupikir, bodoh sekali mereka itu. Maaf, bukannya aku sok jadi religius, aku hanya ingin menghentikan ejekan mereka tentang agama lain, yaitu dengan cara seperti yg diatas, menguji mereka balik.
Aku pikir, pepatah tong kosong nyaring bunyinya cocok sekali buat mereka.
-image-Niat? Beneran nich?
Kalau udah bicara soal niat, biasanya kita jawab: iya, gue mau. Iya. Mau. Tapi kalo niat? Misalkan diajak teman pergi ke tempat ibadah. Nggak jarang dari kita pergi ke tempat ibadah udah menjadi keharusan, kerutinan.
Terkadang, aku kalo hari minggu pagi disemprot dengan teriakan: echa! Bangun!! Ke gereja hayoo!!! Terus terang aku yang tadinya niat pergi jadi ciyut. Bukan karena nyaliku kecil atau niatku yang hanya setengah-setengah. Tapi menurutku, jika seseorang memang niat untuk pergi, tanpa digemborpun dia akan bangun dan siap-siap untuk pergi. Itu prinsipku yang masih kupegang sampai sekarang. Aku hanya membutuhkan waktu untuk melek, bangkit dari tempat tidur, dan siap-siap. Aku sangat tidak suka sistem gemboran seperti menggembor anak SD untuk pergi ke sekolah, yang mana sistem ini kuanggap wajar karena anak SD pada umumnya masih bertanya-tanya: kenapa gue harus sekolah hari ini? Masih ngantuk! Atau singkatnya: anak SD pada umumnya masih anggap kalo mereka ke sekolah karena mereka harus sekolah (walau ada juga yang nyadar dan ada juga yang pengen banget sekolah tapi nggak mampu).


