A Thousand Splendid Suns

Gua mengenal karya Khaled Hosseini ini dari bukunya yang berhasil menjejaki dunia perfilman, yaitu The Kite Runner (ada yang belum pernah membaca bukunya, atau menonton filmnya? :)

A Thousand Splendid Suns gua baca dalam bahasa Belanda, yang titelnya berubah jadi “Duizend Schitterende Zonnen.” Buku ini keluaran tahun 2007. Gua tahu udah lama, tapi barusan baca akhir-akhir ini. Ternyata, ceritanyapun gak kalah bagusnya sama The Kite Runner. Cuman sayangnya buku ini nggak dibuat film. Kalo ada yang belum baca, gua rangkum dulu:

Mariam, perempuan yang tidak berpendidikan ini berumur 15 tahun ketika ia dinikahi sama bapaknya, Jalil Khan kepada seorang penjual sepatu di Kabul berumur 30 tahun bernama Rasheed. Beberapa tahun kemudian Mariam harus menerima Laila di rumahnya. Laila adalah seorang remaja berusia 14 tahun yang diselamatkan Rasheed dari bom raket yang telah menimpa rumahnya dan kedua orang tuanya. Rasheed menikahi Laila dengan harapan Laila bisa memberinya seorang anak laki-laki, yang tidak bisa diberi oleh Mariam (Mariam pernah gugur kandungan pada waktu ia dan Rasheed ada di tempat permandian). Mulanya terjadi pertengkaran dan suasana kecemburuan. Tapi karena Rasheed memukuli mereka, Mariam dan Laila perlahan-lahan menjadi sahabat karib. Mereka sama-sama berjuang untuk menyelamatkan diri dari Rasheed, dan juga dari perang di Afghanistan.

Itu garis besar ceritanya.

Orang-orang yang ada didalam buku itu:
Mariam: seorang Tajik. Lahir di Herat. Anak tidak sah nya Jalil Khan dan ibunya Nana. Nana dan Mariam tinggal di Kolba (gubuk) di pinggiran Herat. Mariam membunuh Rasheed dengan sekop ketika Rasheed ingin membunuh Laila. Mariam di penjara dan dihukum mati.

Nana: ibunya Mariam dulunya seorang pembantu di rumah Jalil Khan. Mereka berhubungan gelap. Nana gantung diri ketika Mariam pergi ke rumah Jalil Khan pada hari ulang tahunnya. Jalil tidak menempatkan Nana di rumahnya seperti istri2nya Jalil yang lain karena Jalil malu.

Jalil Khan: bapaknya Mariam. Adalah seorang saudagar kaya raya di Herat. Ia mempunyai 3 istri lainnya sebelum ia berhubungan gelap dengan Nana. Setelah Nana gantung diri, Ia menikahkan Mariam kepada Rasheed. Setelah kejadian ini, Jalil menyesal seumur hidup.

Mullah Faizullah: adalah guru ngajinya Mariam yang juga seorang teman. Mariam menganggapnya/memperlakukannya seperti bapaknya sendiri.

Laila: anak dari Fariba dan Hakim. Istri keduanya Rasheed yang tetap mencintai Tariq, lelaki yang telah dikenalnya sejak ia masih kecil. Laila punya dua orang anak: Aziza dan Zalmai. Laila menikahi Tariq setelah Rasheed meninggal.

Niloufar: salah satu anaknya Jalil Khan, saudara tirinya Mariam dari istrinya Jalil yang bernama Afsoon.

Afsoon, Khadija dan Nargis: ketiga istrinya Jalil Khan.

Rasheed: seorang Pashtun, asalnya sebenarnya dari Kandahar, tapi tinggal di Kabul. Ia bisa berbicara Pashtu, juga Farsi walaupun masih dengan logat Pashtu. Ia menikahi Mariam dan Laila, dan juga seorang penjual dan pembuat sepatu. Rasheed adalah seorang yang tidak bisa menguasai diri jika ia sedang marah. Ia sering memukuli Mariam dan Laila.

Zaman: Lelaki tua berkaca mata yang mengurus panti asuhan di Kabul. Ia menampung anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka.

Aziza: anak perempuan pertamanya Laila, yang sebenarnya hasil dari hubungannya dengan Tariq sebelum Tariq meninggalkan kota Kabul. Karena Rasheed dan keluarganya kekurangan uang, Aziza dititipkan ke panti asuhan dimana Zaman menampung dan mengasuh. Rasheed dan Laila menyuruh Aziza berbohong untuk bisa diterima di panti asuhan itu. Aziza harus bilang kalo bapaknya dibunuh taliban.

Zalmai: anak keduanya Laila, hasil hubungannya dengan Rasheed. Karena Zalmai adalah anak laki-laki, Rasheed memanjakannya, membelikannya TV dan video, sedangkan pada masa itu Taliban sedang berkuasa, dan mereka melarang penduduk untuk punya TV, apalagi kaset video.

Tariq: lelaki berkaki satu ini adalah cinta sejatinya Laila. Mereka sudah saling kenal dari kecil. Tariq bersama keluarganya mengungsi ke Pakistan sewaktu Kabul dijajah. Ia menetap di Murree yg berada di distrik Rawalpindhi. Bertahun-tahun kemudian ia mengunjungi Kabul lagi untuk bertemu dengan Laila. Laila kaget karena ia mengira Tariq telah tewas.

Giti dan Hasina: teman-temannya Laila. Giti tewas terkena bom raket sedangkan keluarga Hasina mengungsi keluar dari Kabul.

Jujurnya terakhir kali gua nangis itu waktu gua baca buku ini (lebay banget).

Opini-opini gua:
- Jalil Khan
dia itu laki-laki yang penuh janji-janji indah tapi nggak pernah melaksanakannya! Ia berjanji sama Mariam untuk bisa makan es krim sama-sama, membawanya ke bioskop yg dimilikinya untuk nonton Pinocchio nya Walt Disney, membawanya ke rumahnya di Herat untuk merayakan hari ulang tahunnya Mariam. Tapi semuanya ini tidak terlaksana. Jadi maksudnya cuman rayuan gombal, gitu. Jalil nggak pernah membawa Mariam pergi karena Jalil malu, takut reputasinya jatuh karena telah berhubungan gelap dengan Nana, pembantunya dulu. Jalil Khan adalah seorang tokoh pengecut walaupun ia mempunyai figur seorang bapak kepada Mariam. Dia yang telah mengeluarkan Mariam dengan cara menikahinya dengan Rasheed. Ia menyesal, terutama setelah Afsoon, istrinya meninggal dan pada hari yang sama Niloufar (anaknya Afsoon, adik tirinya Mariam) tewas terkena peluru nyasar, dan juga setelah semua kepunyaannya disita Taliban (toko-toko dan bioskopnya). Jalil menyesal sampai akhirat dan meninggalkan sebuah kotak yang dititipinya kepada Mullah Faizullah yang dimaksud untuk dibuka oleh Mariam kalau Mariam singgah kembali di Herat.

- Nana
pembantu rumah tangganya Jalil yg berhubungan gelap dengannya ini adalah seorang ibu yang banyak memberikan nasihat kepada Mariam dan memperingatinya siapa sebenarnya Jalil itu. Yang gua gak suka dari Nana itu dia mengatakan Mariam harami. Ya gua tahu kalau Mariam adalah hasil hubungan gelapnya Nana dan Jalil, tapi nggak sepatutnya Nana bilang begitu, walaupun orang-orang lain di sekitar mereka bilang begitu. Nana juga melarang Mariam untuk sekolah seperti saudara-saudara tirinya Mariam.

- Mullah Faizullah
Bapak ini baik banget! Dia guru ngajinya Mariam yang juga merangkap sebagai teman. Mariam sangat dekat dengannya. Mullah Faizullah lah yang mendendangkan Azan di kuping Mariam pada waktu Mariam lahir. Ia juga menjenguk Mariam setiap minggu dan tidak pernah lupa.

- Mariam
Walaupun wanita ini tidak berpendidikan dan hanya punya ilmu baca Al Quran, ia pintar memasak, ia juga yang mengajar Laila masak. Juga Mariamlah yang punya tugas menyediakan makanan, sedangkan Laila pekerjaan rumah lainnya.

- Laila
Menurut gua, Laila itu orangnya berani. Udah tahu suaminya Rasheed itu orangnya kejam, tapi Laila beberapa kali mengundang kemarahannya. Dan juga, Laila adalah wanita yang suka melindungi. Beberapa hari setelah Mariam mengancam Laila, Laila justru berusaha menenangkan Rasheed supaya Rasheed tidak memukuli Mariam. Dari sini persahabatan antara Laila dan Mariampun terjadi.

- Rasheed
Kalau gua baca dari deskripsi tentang Rasheed, Rasheed ini satu dari laki-laki Afghanistan yang jelek banget. Gendut, langkah kakinya berat, kalo pulang kerja badannya bau sol sepatu. Dia bilang Mariam dan Laila adalah wanita-wanita beruntung yang bisa punya suami seperti dia, padahal terbalik, suami jelek dan bau sol sepatu seperti Rasheed ini yang beruntung bisa punya istri seperti Mariam dan Laila! Dan Rasheed itu kejam banget! Ia mencekek Laila seperti yang mau membunuhnya. Makanya Mariam memukulnya mati dengan sekop. Dan gara-gara itu, Mariam dihukum mati sama Taliban.

- Tariq
Gua susah kasih ciri-ciri ini orang. Yang gua tau, Tariq berkaki pincang. Ia sangat mencintai Laila sampai pada akhir plot cerita. Tariq nggak pernah menikah, ia hidup bersama Alyona, kambingnya di Murree – Pakistan. Kalau nggak salah, Laila berumur sekitar 20an waktu Tariq menikah dengannya.

Orang-orang yang gua kasih opini hanya orang-orang yang namanya sering disebut di buku itu.

Adegan-adegan:
- Paling mengerikan
Bagi gua, adegan yang paling mengerikan itu adegan dimana Laila harus melahirkan Zalmai. Rumah sakit itu adalah rumah sakit khusus wanita yang kurang dana dari Taliban. Jadi tanpa peralatan yang lengkap Laila di operasi Caesar.

- Paling bikin sedih
Sewaktu Laila membaca suratnya Jalil Khan yang dimaksud untuk Mariam.

- Paling sadis
Sewaktu Rasheed mencekek Laila, menghantamnya habis-habisan dan berusaha membunuhnya.

- Paling bikin kecewa
Mariam dibunuh Taliban. Waktu gua baca itu, semangat gua untuk baca terus sempat hilang.

- Paling bagus
Adegan paling bagus? Hah, you asked it?!? Ya keseluruhan dari ceritanya :)


Ngompol

Masih suka ngompol? Eeittzzz…jangan ketawa dulu dan bilang,”ngompol? Hahaha…emangnya gua anak kecil?”, tapi pikir-pikir dulu pertanyaan gua. Jujur nich, gua masih suka ngompol. Sering malah! Gua tau umur gua udah gak cocok untuk ngompol di celana. Ironisnya, gue tuch udah gak bayi lagi, gua tau kalo gua harus kencing di wc, tapi….gue sering terjebak dalam


test post

Trying this out. I got problem with posting few days ago since I’ve upgraded my WP to the newest version. Let’s see if this gets problem, too…


Bald Man

There’s a bald man named Dave who already had bald head for years. It’s not that he hates hair, but doctor said his hair would never grow again which often made him jealous with people who do have hair. Dave wasn’t an old man, he’s 35 years old. Single. His relationship is always broken because


Tumblr

I update more on tumblr vanez.tumblr.com Or follow me on twitter twitter.com/vanes


Let it snow, let it snow, let it snow!

I’m so happy with this month December because of the snow, but it’s not okay for those people who got stuck at Utrecht central station and Groningen because the trains didn’t arrive! My neighbour’s snowman.


App Review: Hootsuite for iPhone

I just got Hootsuite for iphone yesterday. At first I thought it was a nice app which seems to be a mix of Tweetie 2 and tweetdeck. I said Tweetdeck because I can make groups and if I want to go to replies, groups, etc I have to swipe the timeline. I said Tweetie 2


Stupidity

Genius may have its limitations, but stupidity is not thus handicapped. ~*~ Elbert Hubbard (1856 – 1915) ~*~


Boredom

The cure for boredom is curiosity. There is no cure for curiosity. ~*~ Dorothy Parker (1893 – 1967) ~*~


Call of Duty

Here is a nice vid of Call of Duty: Modern Warfare 2 Launch Trailer